Posts

Showing posts from 2018

KETIKA ALLAH TERASA JAUH

“Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46)                 Allah itu nyata, tidak peduli apa yang kita rasakan.                 Mudah untuk menyembah Allah pada saat segala sesuatu berjalan baik dalam kehidupan kita, yakni pada saat Dia menyediakan makanan, teman, keluarga, kesehatan, dan situasi-situasi yang bahagia. Tetapi keadaan tidak selalu menyenangkan. Lalu bagaimana kita menyembah Allah waktu keadaan tidak menyenangkan? Apa yang kita lakukan ketika Allah terasa jutaan mil jauhnya? Hal ini juga yang terjadi pada Tuhan Yesus di kayu salib seperti dalam perkataanNya “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?                 Tingkat penyemb...

HIDUP DENGAN TUJUAN

“Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana” Amsal 19:21 H idup dengan tujuan adalah satu-satunya cara untuk sungguh-sungguh hidup. Lain dari itu berarti asal hidup saja. Sebagian besar orang bergumul dengan tiga masalah dasar dalam kehidupan. Yang pertama ialah identitas: “Siapa saya?”. Yang kedua ialah pentingnya kita: “Apakah saya penting?” dan yang ketiga ialah pengaruh: “Apakah jabatan saya dalam kehidupan?” Jawaban untuk ketiga pertanyaan ini terdapat dalam lima tujuan Allah bagi kita. Begitu kita mengetahui apa yang Allah inginkan kita lakukan, maka berkat datang pada saat kita melakukannya. Ini mungkin kita harus berhenti melakukan beberapa hal lain. Ada banyak “hal” baik yang bisa kita kerjakan dalam kehidupan kita, tetapi tujuan-tujuan Allah adalah lima hal penting yang harus kita kerjakan. APAKAH PERNYATAAN TUJUAN HIDUP ITU? 1.        Pernyataan tujuan hidup ialah pernyataan yang merangk...

KUASA ALLAH DI DALAM KELEMAHAN KITA

“Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah” 2 Korintus 13:4 Allah senang memakai orang-orang sederhana. Semua orang memiliki kelemahan. Sesungguhnya, kita memiliki sejumlah kelemahan dan ketidak sempurnaan: fisik, emosi, intelektual, dan rohani. Kita juga mungkin memiliki keadaan yang tidak bisa dikendalikan yang memperlemah kita, seperti keterbatasan dalam keuangan, atau hubungan. Masalah yang lebih penting ialah apa yang kita kerjakan dengan kelemahan-kelemahan ini. Biasanya kita menyangkali kelemahan kita, membelanya, mencari dalih untuknya, menyembunyikannya, dan membencinya. Hal ini mencegah Allah menggunakannya dengan cara yang Dia inginkan. Allah memiliki pandangan yang berbeda tentang kelemahan-kelemahan kita. Karena itu Dia sering bertindak dengan cara yang sangat bertentangan dengan apa yang kita harapkan. Kita mengira bahwa Allah hanya ingin memakai kekuatan-kekuatan kita, padahal Dia juga ingin menggunakan ...

BERPIKIR SEPERTI SEORANG HAMBA

Image
“Berpikirlah mengenai dirimu sama seperti pikiran Yesus Kristus tentang Diri-Nya” Filipi 2:5 elayanan berawal di dalam pikiran kita. Untuk menjadi seorang pelayan atau hamba dibutuhkan perubahan mental, suatu perubahan di dalam sikap kita. Allah selalu lebih tertarik pada mengapa kita mengerjakan sesuatu ketimbang pada apa yang kita kerjakan. Sikap lebih berarti daripada pencapaian. Pelayan-pelayan sejati melayani Allah dengan cara berpikir yang mengandung lima sikap, yaitu: 1.       Para pelayan lebih banyak memikirkan orang lain daripada diri mereka sendiri. Para pelayang mengutamakan orang lain, bukan dirinya sendiri. Inilah kerendahan hati yang sejati. Bukan menganggap diri kita kurang, melainkan kurang memikirkan diri kita sendiri. Mereka suka lupa pada diri mereka sendiri. Inilah apa yang dimaksudkan “kehilangan nyawa kita,” yaitu melupakan diri kita dalam melayani orang lain. Ketika kita berhenti berfokus pada kebutuhan-kebutuhan ...
Image
MEMBUAT ALLAHTERSENYUM (Kejadian 6:25 ; Mazmur 119:135)                 Senyuman Allah adalah tujuan kita.                 Karena menyenangkan hati Allah adalah tujuan utama hidup kita, maka tugas terpenting kita adalah menemukan bagaiman melakukannya. Alkitab memberi kita suatu teladan yang jelas         tentang sebuah kehidupan yang memberikan kesenangan bagi     Alllah, nama orangnya adalah Nuh. Pada zaman Nuh, seluruh dunia telah rusak secara moral, dan Allah tidak menemukan seorangpun di bumi yang tertarik untuk menyenangkan Dia. Tetapi ada satu manusia yang membuat Allah tersenyum yaitu Nuh (Tetapi Nuh   sangat   menyenangkan hati Tuhan).   Dari kehidupan Nuh, kita dapat       mengetahui lima tindakan penyembahan yang membuat Alla...
Image
"Kembali Beribadah" (Nehemia 8:1-7) Sejak zaman Bapa leluhur kita, mereka suka mempersembahkan korban bakaran bagi Tuhan.   Bagi kebanyakan orang mengakui kesalahan merupakan aib yang akan mempermalukan dirinya sendiri. Tentu hal ini merupakan tipu muslihat iblis untuk memperbudak manusia dalam egoisme sehingga tidak menikmati kehidupan yang merdeka. Perasaan tidak merdeka (terjajah/terikat) menyebabkan seseorang tidak dapat menyelenggarakan suatu kehidupan yang berkenan di hadapan Allah sebagai ibadahnya kepada Allah setiap saat. Padahal ibadah yang sejati adalah mempersembahkan segenap hidup yang terbebas dari perasaan terjajah oleh rasa bersalah. Oleh sebab itu sangat penting sekali jika kita mau mengakui kesalahan. Mengapa kita harus mengakui kesalahan kita? 1.     Mengakui Kesalahan Merupakan Tanda Pertobatan Seseorang dapat dikatakan sungguh-sungguh bertobat, ketika ia dengan berani mengakui kesalahannya. Dengan mengaku kesalahan, kita mend...