Posts

Showing posts from August, 2018
Image
"Kembali Beribadah" (Nehemia 8:1-7) Sejak zaman Bapa leluhur kita, mereka suka mempersembahkan korban bakaran bagi Tuhan.   Bagi kebanyakan orang mengakui kesalahan merupakan aib yang akan mempermalukan dirinya sendiri. Tentu hal ini merupakan tipu muslihat iblis untuk memperbudak manusia dalam egoisme sehingga tidak menikmati kehidupan yang merdeka. Perasaan tidak merdeka (terjajah/terikat) menyebabkan seseorang tidak dapat menyelenggarakan suatu kehidupan yang berkenan di hadapan Allah sebagai ibadahnya kepada Allah setiap saat. Padahal ibadah yang sejati adalah mempersembahkan segenap hidup yang terbebas dari perasaan terjajah oleh rasa bersalah. Oleh sebab itu sangat penting sekali jika kita mau mengakui kesalahan. Mengapa kita harus mengakui kesalahan kita? 1.     Mengakui Kesalahan Merupakan Tanda Pertobatan Seseorang dapat dikatakan sungguh-sungguh bertobat, ketika ia dengan berani mengakui kesalahannya. Dengan mengaku kesalahan, kita mend...
Image
Berserah Diri Kepada Tuhan (Ibrani 11:8-19) Abraham adalah seorang yang memiliki penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. ketika Allah memerintahkan Abraham untuk keluar meninggalkan tanah kelahirannya, Abraham taat. Ia rela meninggalkan zona nyamannya demi mematuhi perintah Allah, meskipun ia belum tahu tempat yang harus ia tuju.   Penyerahan diri Abraham juga terlihat dari bagaimana ia rela memberikan anaknya yang sudah lama ia dambakan untuk dipersembahkan kepada Tuhan Penyerahan diri adalah kunci untuk melihat karya Allah dalam hidup kita. Penyerahan diri menandakan bahwa kita mempercayai Allah dan semua rencanaNya. Tuhan menghendaki agar kita anak-anakNya memiliki penyerahan diri secara total kepadaNya, karena dengan demikian Tuhan akan mudah membentuk dan mengarahkan kita sesuai dengan keinginan hatiNya. Tanpa adanya penyerahan diri secara total, kita tidak akan menikmati rencana-rencana Tuhan yang besar bagi kita. Ingat, Tuhan tidak akan memaksakan kehendakN...
HARTA YANG TERPENDAM "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." Mat. 13:44-46 Dikatakan oleh Yesus ketika mengajar orang banyak bahwa Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang lalu dipendamnya lagi. Karena sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membelinya ladang itu. Yesus tidak hanya memberikan perumpaan tentang Kerajaan seumpama harta yang terpendam, tetapi Ia juga mengajarkan tentang Kerajaan seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga itu, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu memb...