MEMBUAT ALLAHTERSENYUM
(Kejadian 6:25 ; Mazmur 119:135)
Senyuman Allah adalah
tujuan kita.
Karena menyenangkan hati Allah
adalah tujuan utama hidup kita, maka tugas terpenting kita adalah menemukan
bagaiman melakukannya. Alkitab memberi kita suatu teladan yang jelas tentang sebuah kehidupan yang
memberikan kesenangan bagi Alllah,
nama orangnya adalah Nuh. Pada zaman Nuh, seluruh dunia telah rusak secara
moral, dan Allah tidak menemukan seorangpun di bumi yang tertarik untuk menyenangkan
Dia. Tetapi ada satu manusia yang membuat Allah tersenyum yaitu Nuh (Tetapi
Nuh sangat menyenangkan hati Tuhan). Dari kehidupan Nuh, kita dapat mengetahui lima tindakan penyembahan yang
membuat Allah tersenyum:
1. Allah tersenyum ketika kita
mengasihi Dia di atas segalanya.
Nuh mengasihi Allah lebih dari
segala yang lain di dunia dengan bukti
dalam Alkitab yang mengatakan “Nuh senantiasa mengikuti kehendak Allah dan hidup dalam
hubungan yang erat dengan Dia”. Inilah yang paling Allah inginkan dari kita
yaitu Suatu Hubungan. Allah menciptakan kita untuk mengasihi kita
dan Dia rindu agar kita membalas kasihNya . Inilah sebabnya belajar untuk
mengasihi Allah dan dikasihi olehNya seharusnya menjadi tujuan terbesar dalam
hidup kita sehingga dalam Alkitab dikatakan bahwa hal tersebut adalah hukum
yang terutama.
2. Allah tersenyum ketika kita
mempercayai Dia sepenuhnya.
Nuh sangat mempercayai Allah,
bahkan ketika hal tersebut tidak masuk akal (Nuh membangun Bahtera di tengah
tanah yang kering). Karena pada waktu itu Allah kecewa kepada manusia dan hanya
Nuh yang membuat Allah bisa tersenyum.
Sebenarnya ada tiga masalah yang bisa menyebabkan Nuh bimbang yaitu:
Pertama,
Nuh tidak pernah melihat hujan, karena sebelum air bah, Allah mengairi bumi
dari dasar bumi. Kedua, Nuh hidup ratusan mil dari samudera terdekat. Ketiga,
ada masalah dalam mengumpulkan seluruh
binatang dan kemudian memeliharanya. Tetapi Nuh tetap mempercayai Allah
sepenuhnya dan hal tersebut yang membuat Allah tersenyum.
Mempercayai
Allah sepenuhnya berarti memiliki iman bahwa Dia tahu apa yang terbaik bagi kehidupan
kita. Dalam budang kehidupan kita yang manakah kita perlu mempercayai Allah
sepenuhnya? Percaya adalah tindakan penyembahan.
3.
Allah tersenyum ketika kita menaati Dia dengan sepenuh hati.
Nuh
taat sepenuhnya (tidak ada petunjuk yang diabaikan), dan dia menaati dengan
tepat (dalam cara dan waktu yang Allah inginkan agar bahtera itu selesai). Nuh menaati Allah dengan segenap hati. Dan
itu berarti bahwa ketika kita mengerjakan apapun yang Allah minta tanpa
keengganan atau keraguan. Kita seharusnya tidak menunda dan berkata “saya akan
mendoakannya”. Ketaatan yang ditunda sebetulnya merupakan ketidaktaatan.
Seringkali
kita berupaya untuk memberi Allah ketaatan
sebagian. Kita ingin memilih perintah-perintah yang kita taati. Ketaatan
sepenuhnya dilakukan dengan penuh sukacita, dengan antusias. Dan setiap tindakan ketaatan juga
merupakan tindakan penyembahan. Mengapa ketaatan begitu menyenangkan hati
Allah? Karena itu membuktikan bahwa kita benar-benar mengasihi Dia.
4.
Allah tersenyum ketika kita memuji dan bersyukur kepadaNya terus menerus.
Allah
menyukai pujian. Dia tersenyum ketika kita
mengekspresikan kekaguman dan ucapan syukur kita kepadaNya. Tindakan
pertama Nuh setelah selamat dari air bah adalah menyatakan syukurnya kepada
Allah dengan mempersembahkan kurban. Suatu hal yang mengagumkan terjadi bila
kita memberikan pujian dan ucapan syukur kepada Allah. Ketika kita
memberikan kesukaan, hati kita sendiri
dipenuhi dengan sukacita.
Penyembahan juga
bermanfaat dalam dua segi. Kita menikmati
apa yang telah Tuhan lakukan bagi kita, dan ketika kita mengekspresikan
kenikmatan tersebut kepada Allah, hal ini mendatangkan sukacita bagiNya,
tetapi juga mendatangkan sukacita bagi kita.
5.
Allah tersenyum ketika kita menggunakan kemampuan kita.
Setelah air bah, Allah
memberi Nuh tiga petunjuk sederhana “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah
serta penuhilah bumi”. Kita mungkin berasa bahwa satu-satunya saat Allah
disenangkan oleh kita adalah ketika kita melakukan aktivitas-aktivitas “rohani”,
seperti membaca Alkitab, menghadiri ibadah, berdoa, atau membagikan pengalaman iman kita.
Sebetulnya Allah senang mengamati setiap rincian kehidupan kita dan Dia tidak
melewatkan setiap gerakan yang kita buat.
Setiap
kegiatan manusia (kecuali dosa), bisa dilakukan bagi kesenangan Allah jika kita
melakukannya dengan sikap memuji. Layaknya orang tua yang bangga, Allah
terutama senang mengamati kita menggunakan talenta dan kemampuan-kemampuan yang
telah Dia berikan kepada kita. Allah dengan sengaja memberi kita karunia yang
berbeda-beda demi kesenanganNya.
Anda
tidak mendatangkan kesenangan bagi Allah dengan menyembunyikan
kemampuan-kemampuan kita atau dengan
berusaha menjadi orang lain. Setiap kali kita menolak bagian manapun
dari hidup kita, kita sedang menolak hikmat dan kedaulatan Allah ketika menciptakan kita.
Tidak ada kemampuan yang tidak rohani, yang ada hanyalah kemampuan-kemampuan
yang disalahgunakan.
Mulailah
gunakan kemampuan-kemampuan kita bagi kesenangan Allah. Allah menciptakan
manusia untuk menikmati ciptaanNya dan setiap tindakan kenikmatan tersebut
menjadi suatu tindakan penyembahan ketika kita bersyukur kepada Allah untuk
itu. Alkitab berkata “Allah yang dalam kekayaanNya memberikan kepada kita
segala sesuatu untuk dinikmati”.
Ketika kita hidup dalam terang
kekekalan, focus kita berubah dari “berapa banyak kesenangan yang aku dapat
dari kehidupan?” menjadi “berapa banyak kesenangan yang Allah dapatkan dari
hidupku?”
Allah
sedang mencari orang-orang peserti Nuh, yakni
orang-orang yang bersedia untuk hidup dalam kesenangan Allah. Alkitab
berkata “Tuhan memandang dari Sorga kepada segenap umat manusia untuk melihat, apakah ada yang bijaksana,
yang ingin menyenangkan hati Allah.”
Maukah
kita menjadi kesenangan Allah sebagai tujuan hidup kita? Tidak ada apapun yang
tidak akan Allah lakukan bagi orang yang secara total terhisap dengan tujuan
ini.
“Tuhan senang dengan
orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih
setiaNya.” (Mazmur 147”11)
Comments
Post a Comment