Berserah Diri Kepada Tuhan
(Ibrani 11:8-19)
Abraham
adalah seorang yang memiliki penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. ketika
Allah memerintahkan Abraham untuk keluar meninggalkan tanah kelahirannya,
Abraham taat. Ia rela meninggalkan zona nyamannya demi mematuhi perintah Allah,
meskipun ia belum tahu tempat yang harus ia tuju. Penyerahan diri Abraham juga terlihat dari
bagaimana ia rela memberikan anaknya yang sudah lama ia dambakan untuk
dipersembahkan kepada Tuhan
Penyerahan
diri adalah kunci untuk melihat karya Allah dalam hidup kita. Penyerahan diri menandakan
bahwa kita mempercayai Allah dan semua rencanaNya. Tuhan menghendaki agar kita
anak-anakNya memiliki penyerahan diri secara total kepadaNya, karena dengan
demikian Tuhan akan mudah membentuk dan mengarahkan kita sesuai dengan
keinginan hatiNya. Tanpa adanya penyerahan diri secara total, kita tidak akan
menikmati rencana-rencana Tuhan yang besar bagi kita. Ingat, Tuhan tidak akan
memaksakan kehendakNya kepada kita. Yang Dia inginkan adalah respon positif
dari kita untuk berserah kepadaNya.
Walaupun
kita sudah tahu bahwa penyerahan diri kepada Allah adalah keharusan bagi setiap
orang percaya, tetapi pada kenyataannya sulit sekali bagi kita untuk hidup
dalam penyerahan diri. Ada 4 hal yang mebuat manusia sulit menyerahkan hidupnya
kepada Tuhan:
1.
Manusia tidak dapat menyerahkan hidupnya kepada Tuhan
karena tidak menyerahkan dosa-dosanya
Kita harus
menyadari bahwa sampai kapan pun kita tidak akan dapat menanggung dosa kita
sendiri. Oleh sebab itu kita perlu membawa beban dosa kita kepada Tuhan, sebab
hanya Dia sajalah yang sanggup menyelesaikan
setiap dosa kita.
2.
Manusia tidak dapat menyerahkan hidupnya kepada Tuhan
karena tidak menyerahkan persoalan hidupnya
Di dalam
Injil Matius 11:28, Yesus mengajak kepada kita untuk menyerahkan segala
persoalan hidup kita kepadaNya. Banyak orang mengalami putus asa, mati bunuh
diri karena menanggung penderitaannya sendiri.
3.
Manusia tidak dapat menyerahkan hidupnya kepada Tuhan
karena tidak menyerahkan waktunya (Lukas 14:15-20)
Tuhan
mengajarkan kepada kita untuk dapat mengatur waktu dengan baik. Kebanyakan
orang susah memberikan waktunya bagi Tuhan, karena kesibukan dll. Memang untuk
meluangkan waktu kita bagi Tuhan atau melakukan kegiatan yang rohani itu tidak
mudah, namun hal ini perlu dibiasakan dan diusahakan. Jika kita tidak
membiasakan diri untuk meluangkan waktu bagi Tuhan, maka seumur hidup kita pun,
kita tidak akan pernah punya waktu bagi Tuhan.
4.
Manusia tidak dapat menyerahkan hidupnya kepada Tuhan
karena tidak menyerahkan hartanya (Lukas 12)
Seringkali
manusia sulit menyerahkan hartanya kepada Tuhan karena mereka menganggap bahwa
harta dapat memberikan jaminan yang baik dalam hidup mereka. Mereka tidak
menyadari bahwa seluruh harta di dunia bersifat fana atau sementara. Kita tidak
mungkin dapat membawa harta kita saat kita meninggal nanti. Oleh sebab itu,
kita harus belajar untuk tidak terikat dengan harta. Mau memberi persembahan
atau uang kita bagi pekerjaan Tuhan membuktikan bahwa kita tidak terikat dengan
harta dunia.
Ciri-ciri orang yang berserah kepada Tuhan
1.
Memiliki
sikap hati yang percaya kepada Tuhan (Luk. 5:5-6)
Percaya
adalah langkah awal untuk berserah. Tingkat kepercayaan kita kepada Tuhan
menentukan tingkat penyerahan diri kita kepada Tuhan. Orang Kristen yang
memiliki penyerahan diri pasti memiliki kepercayaan yang tinggi pula kepada
Allah.
2.
Hidup dalam
ketaatan (Kis. 2)
Penyerahan
diri kepada Allah berarti tindakan ketaatan kepada kehendak Allah. Kita tidak
akan mungkin taat kepada Tuhan jika tidak didahului oleh penyerahan diri
kepadaNya. Yesus taat kepada kehendak BapaNya karena Ia berserah kepada
kehendak BapaNya. Demikian juga, jika kita ingin memiliki ketaatan yang mutlak
kepada Tuhan, harus memiliki penyerahan diri.
3.
Setia dalam
pelayanan
Ada begitu
banyak persoalan ketika kita memutuskan untuk melayani Tuhan. Namun apapun
persoalannya, layanilah Tuhan dengan setia. Paulus seorang yang banyak
mengalami aniaya dan penderitaan ketika ia memutuskan untuk hidup bagi Kristus.
Namun penderitaan yang ia alami tidak membuat ia putus asa dalam hidup, bahkan
ia rela mati demi Kristus

Comments
Post a Comment