Wanita Lebih Berharga Dari Pada Permata



MENJADI WANITA YANG DEWASA ROHANI

(Matius 8:5-13)

Banyak orang berpendapat bahwa semakin tua usia seseorang semakin dewasa pula kerohaniannya. Benarkah demikian? Jawabanya tidak selalu demikian.
Ada banyak orang yang sudah masuk dalam kategori dewasa atau tua umurnya tapi masih saja belum dikatakan dewasa rohani, alias masih sebagai kanak-kanak rohani.
Perlu digarisbawahi bahwa kedewasaan rohani seseorang tidak selalu sma dengan kedewasaan secara usia atau fisik. Seperti saya saat ini sedang belajar Psikologi Perkembangan manusia, perkembangan manusia dimulai dari bayi, batiata, balita,masa kanak-kanak, pra remaja, remaja, dewasa muda, dewasa, sampai pada dewasa akhir. Hal ini sangan berbeda dengan dewasa rohani.
Lama atau sebentarnya seseorang yang mengikut Tuhan tidak mnjamin bahwa ia memiliki kedewasaan rohani. Semuanya itu tergantung dari pribadi kita masing-masing, dari sikap hati kita pada Tuhan bagaimana.
Jadi, apa ciri seorang wanita yang Dewasa Rohani?
1.       Ciri Wanita yang Dewasa Rohani adalah ia mau datang pada Tuhan (ayat 5)
Seperti perwira ini ibu-ibu, ia mau datang  pada Tuhan, ia memiliki usaha agar ia dapat menyelesaikan masalahnya, agar ia dapat menolong hambanya yang sedang sakit. Ia meminta belaskasihan kepada Tuhan agar ia mau menolong hambanya yang sedang sakit.
Dalam hal ini kita mau belajar untuk datang pada Tuhan, yaitu mengandalkan Tuhan. Menjadi seorang Ibu itu tidaklah mudah. Banyak urusan rumah aTngga yang harus dikerjakan, yang harus disesaikan, yang harus cepat untuk dibereskan. Belum lagi mengurus anak sekolah, kebutuhan anak, kebutuhan suami, pekerjaan rumah yang menumpuk. Pasti kita capek, lelah, bosan, jenuh, jengkel tapi nggak tau kenapa?...
Mari kita belajar untuk datang pada Tuhan. Selain mengucap syukur, menyembah saat datang pada Tuhan, datang pada Tuhan untuk curhat, kita mencurahkan semua kesusahan kita, permasalahan kita, pergumulan kita pada Tuhan. Perbedaan orang yang dewasa Jasmani dan dewasa rohani adalah dewasa jasmani adalah ia tahu bahwa dia mampu, bisa melakuakn segala sesuatu, sedangkan dewasa rohani dia tahu, dia sadar bahwa ia tidak mampu melakukan segala sesuatu tanpa Yesus, semakain dewasa rohani ia semakin sadar ia memerlukan Tuhan, memerlukan pimpinan Tuhan dalam hidupnya. 
Tujuan kita datang pada Tuhan selain untuk curhat, adalah untuk kita berserah pada Tuhan dan percaya padanya bahwa ia adalah sumber pertolongan bagi setiap orang yang percaya padaNya.

2.       Ciri orang yang dewasa Rohani adalah ia tidak menuntut (ayat 8)
Disini pada saat Tuhan berkata, akau akan datang kerumahMu untuk menyembuhakn hambaMu, bisa saja perwira ini berkata “iya Tuhan cepat Tuhan , datang, jangan lama-lama laginTuhan”. Namun Perwira ini hanya meminta kata-kata saja dari Tuhan Yesus untuk menyembuhkan hambanya, ia tidak menuntut untuk Tuhan hadir secara langsung ke rumahnya, sebab dia sadar bahwa ia tidak layak untuk menerima Tuhan dirumahNya.
Ibu-ibu yang dikasihio Tuhan, mari kita belajar untuk tidak menuntut Tuhan, belajar untuk kita berserah pada Tuhan, dan belajar untuk melakuakan kemauan Tuhan dalam kehidupan kita, sebab hanya Dialah yang sanggup melakukan perkara yang besar dalam kehidupan kita.

3.       Ciri orang yang dewasa rohani adalah memiliki kerendahan hati (ayat 8)
Seorang perwira ini memiliki kerendahan hati kepada Tuhan, dimana disini ia percaya bahwa Tuhan Yesus dapat menyembuhkan hambanya yang sedang sakit. Wanita yang bijak dan dewasa rohani pasti tahu kepada siapa ia harus mencari pertolongan, dan tahu apa yang harus ia lakukan. Pertolongan kita sebagai manusia tidak lepas dari pertolongan Tuhan. Namun, ingat bahwa Tuhan menginginkan kita memiliki hati yang tulus atau murni yang berkenan dihatiNya.


Comments

Popular posts from this blog

KUASA ALLAH DI DALAM KELEMAHAN KITA

KETIKA ALLAH TERASA JAUH