WANITA, APA YANG PATUT DITELADANI??
Kita semua pasti tahu siapa Miss Univer atau Putri Indonesia atau Putri Kecantikan yang ada saat ini. Mereka dapat dipilih menjadi seorang putri, menjadi Miss Univers karena mereka cantik, mereka pintar (smart), namun siapakah yang tahu akan kedalaman hati seseorang, cara bertingkah lakunya saat dirumah atau saat bersama dengan keluarganya. Kita sebagai penonton tentunya tidak tahu secara mendalam kehidupan mereka. Padahal mereka dipilih karena mereka pintar, sikap mereka baik dan mereka cantik, namun apakah mereka sudah menjadi wanita yang patut diteladani? Memang, pasti ada atau banyak sisi positif dari mereka. Namun disini kita akan belajar mengenai bagaimana kita menjadi wanita yang memiliki teladan?
Jika kita melihat yang dunia katakan, wanita adalah sosok yang lemah dan hanya mementingkan penampilannya, namun jika ketahui Alkitab memiliki pandangan yang berbeda tentang wanita. Wanita bukanlah seorang yang lemah dalam Alkitab.
Wanita menurut pandangan Allah mungkin tidaklah cantik, tidaklah berbakat, ataupun tidaklah kaya. Namun Allah memandang pada wanita yang nilai harga dirinya tidak didasarkan pada kualitas-kualitas pembawaannya yang halus, tetapi pada pengembangan karakter yang diperkenan oleh Tuhan. Wanita seperti ini menurut model Tuhan dijelaskan dalam Amsal 31:10-31. Namun perlu kita ketahui bahwa hanya sedikit saja wanita yang bersedia melakukannya.
Jadi bagaimana kita menjadi seorang wanita yang patut untuk diteladani?
1. Wanita yang patut diteladani adalah wanita yang dapat diingat karena kualitas rohaninya.
Syarat pertama seorang wanita menurut model Tuhan yang patut diteladani dan tak ternilai harganya adalah “Takut akan Tuhan” (Amsal 31:30). Jika kita tahu atau mengenal seorang wanita yang memiliki rasa takut akan Tuhan, hal ini memberi pentunjuk pada kita bahwa wanita tersebut akan senantiasa menyadari bahwa Tuhan selalu mengamatinya, ia selalu menimbang setiap perkataannya, perilakuknya dan juga tindakkannya. Kita adalah seorang yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus, Dia rela memberikan segalanya untuk kita, oleh sebab itu kita sebagai ciptaannya, sebagai yang ditebusNya, oleh sebab itu sekarang kita juga berusaha memberikan yang terbaik untuk Tuhan, memberikan apa yang patut Tuhan terima dalam kehidupan kita. Contohnya: Tuhan patut menerima pujian kita, pengagungan kita, dan persembahan kita. Jadi kita harus belajar untuk membangun kualitas kerohanian kita dengan membiasakan diri memiliki waktu bersama dengan Tuhan dalam Doa, dalam pujian penyembahan kita dan dalam pembacaan Firman Tuhan yang dapat menumbuhkan iman kita pada Tuhan.
Wanita yang berkenan dihati Tuhan bukanlah wanita yang mengejar suatu kehormatan bagi kemuliaannya sendiri, tujuan utama wanita milik Tuhan adalah membawa kemuliaan atau kehormatan itu kepada Tuhan. Kita diberkati itu untuk memuliakan Tuhan, berkat bukan saja berbicara mengenai materi namun juga berbicara mengenai kesehatan yang kita miliki, keluarga yang kita miliki atau kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk melayani Dia. Jadi saat kita diberikan kesempatan untuk melayani Tuhan berikan itu untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk kehormatan diri sendiri atau hanya ingin mau dilihat orang saja.
Seorang wanita yang rohani dapat dilihat ia suka membaca Alkitab, karena ia tahu bahwa pemegang hidupnya adalah Tuhan, maka ia belajar untuk mengerti dan memahami firman Tuhan. dalam Titus 2 dijelaskan bahwa wanita yang diperkenan oleh Tuhan, ia penuh hormat, penguasaan diri, baik dalam tindakan maupun perkataan.
2. Wanita yang patut diteladani adalah wanita yang dikenal karena pelayanannya yang memberikan dukungan.
Keluarga adalah prioritas utama dalam sebuah keluarga. Seorang wanita tetap melakukan pekerjaan diluar keluarga sebagai perluaasan dari keluarganya. Namun bukan meninggalkan tanggung jawabnya dalam keluarga. Seperti dalam Amsal 31:20, dimana ia tetap melakukan pekerjaannya anamun tidak merugikan atau mengorbankan keluarganya yang menjadi lebih utama. Dalam Titus 2 dijelaskan bahwa seorang wanita yang mencintai keluarganya yaitu rajin mengatur rumah, atau seorang yang mampu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan suami dan anak-anaknya.
Wanita dapat dikatakan sebagai seseorang yang dapat menghadapi tantangan dalam mengelola kehidupannya apalagi seoeang wanita yang sudah menikah. Wanita juga dapat dikatakan dalam alkitab sebagai seorang yang kreatif (Ams. 31:22), wanita yang suka berkebun (31:16), seorang penjahit yang terampil (31:22) dan sebagainya.
Meskipun kita juga memahami bahwa banyak wanita yang memiliki bakat atau kualitas-kualitas yang mampu membautnya menjadi berhasil atau berkarir diluar rumah (menjadi wanita karir), itu tidak salah namun ia harus tetap memahami peranannya yang penting dalam keluarga yang tidak dapat ditinggalkan. Oleh sebab itu Amsal 311:20 mejelaskan kita bahwa kita dapat menjadi berkat bagi orang lain, melayani orang lain, bekerja diluar rumah, namun dijelaskan kembali wanita yang patut diteladani tidak pernah melupakan keluarganya.
Kita semua pasti tahu siapa Miss Univer atau Putri Indonesia atau Putri Kecantikan yang ada saat ini. Mereka dapat dipilih menjadi seorang putri, menjadi Miss Univers karena mereka cantik, mereka pintar (smart), namun siapakah yang tahu akan kedalaman hati seseorang, cara bertingkah lakunya saat dirumah atau saat bersama dengan keluarganya. Kita sebagai penonton tentunya tidak tahu secara mendalam kehidupan mereka. Padahal mereka dipilih karena mereka pintar, sikap mereka baik dan mereka cantik, namun apakah mereka sudah menjadi wanita yang patut diteladani? Memang, pasti ada atau banyak sisi positif dari mereka. Namun disini kita akan belajar mengenai bagaimana kita menjadi wanita yang memiliki teladan?
Jika kita melihat yang dunia katakan, wanita adalah sosok yang lemah dan hanya mementingkan penampilannya, namun jika ketahui Alkitab memiliki pandangan yang berbeda tentang wanita. Wanita bukanlah seorang yang lemah dalam Alkitab.
Wanita menurut pandangan Allah mungkin tidaklah cantik, tidaklah berbakat, ataupun tidaklah kaya. Namun Allah memandang pada wanita yang nilai harga dirinya tidak didasarkan pada kualitas-kualitas pembawaannya yang halus, tetapi pada pengembangan karakter yang diperkenan oleh Tuhan. Wanita seperti ini menurut model Tuhan dijelaskan dalam Amsal 31:10-31. Namun perlu kita ketahui bahwa hanya sedikit saja wanita yang bersedia melakukannya.
Jadi bagaimana kita menjadi seorang wanita yang patut untuk diteladani?
1. Wanita yang patut diteladani adalah wanita yang dapat diingat karena kualitas rohaninya.
Syarat pertama seorang wanita menurut model Tuhan yang patut diteladani dan tak ternilai harganya adalah “Takut akan Tuhan” (Amsal 31:30). Jika kita tahu atau mengenal seorang wanita yang memiliki rasa takut akan Tuhan, hal ini memberi pentunjuk pada kita bahwa wanita tersebut akan senantiasa menyadari bahwa Tuhan selalu mengamatinya, ia selalu menimbang setiap perkataannya, perilakuknya dan juga tindakkannya. Kita adalah seorang yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus, Dia rela memberikan segalanya untuk kita, oleh sebab itu kita sebagai ciptaannya, sebagai yang ditebusNya, oleh sebab itu sekarang kita juga berusaha memberikan yang terbaik untuk Tuhan, memberikan apa yang patut Tuhan terima dalam kehidupan kita. Contohnya: Tuhan patut menerima pujian kita, pengagungan kita, dan persembahan kita. Jadi kita harus belajar untuk membangun kualitas kerohanian kita dengan membiasakan diri memiliki waktu bersama dengan Tuhan dalam Doa, dalam pujian penyembahan kita dan dalam pembacaan Firman Tuhan yang dapat menumbuhkan iman kita pada Tuhan.
Wanita yang berkenan dihati Tuhan bukanlah wanita yang mengejar suatu kehormatan bagi kemuliaannya sendiri, tujuan utama wanita milik Tuhan adalah membawa kemuliaan atau kehormatan itu kepada Tuhan. Kita diberkati itu untuk memuliakan Tuhan, berkat bukan saja berbicara mengenai materi namun juga berbicara mengenai kesehatan yang kita miliki, keluarga yang kita miliki atau kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk melayani Dia. Jadi saat kita diberikan kesempatan untuk melayani Tuhan berikan itu untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk kehormatan diri sendiri atau hanya ingin mau dilihat orang saja.
Seorang wanita yang rohani dapat dilihat ia suka membaca Alkitab, karena ia tahu bahwa pemegang hidupnya adalah Tuhan, maka ia belajar untuk mengerti dan memahami firman Tuhan. dalam Titus 2 dijelaskan bahwa wanita yang diperkenan oleh Tuhan, ia penuh hormat, penguasaan diri, baik dalam tindakan maupun perkataan.
2. Wanita yang patut diteladani adalah wanita yang dikenal karena pelayanannya yang memberikan dukungan.
Keluarga adalah prioritas utama dalam sebuah keluarga. Seorang wanita tetap melakukan pekerjaan diluar keluarga sebagai perluaasan dari keluarganya. Namun bukan meninggalkan tanggung jawabnya dalam keluarga. Seperti dalam Amsal 31:20, dimana ia tetap melakukan pekerjaannya anamun tidak merugikan atau mengorbankan keluarganya yang menjadi lebih utama. Dalam Titus 2 dijelaskan bahwa seorang wanita yang mencintai keluarganya yaitu rajin mengatur rumah, atau seorang yang mampu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan suami dan anak-anaknya.
Wanita dapat dikatakan sebagai seseorang yang dapat menghadapi tantangan dalam mengelola kehidupannya apalagi seoeang wanita yang sudah menikah. Wanita juga dapat dikatakan dalam alkitab sebagai seorang yang kreatif (Ams. 31:22), wanita yang suka berkebun (31:16), seorang penjahit yang terampil (31:22) dan sebagainya.
Meskipun kita juga memahami bahwa banyak wanita yang memiliki bakat atau kualitas-kualitas yang mampu membautnya menjadi berhasil atau berkarir diluar rumah (menjadi wanita karir), itu tidak salah namun ia harus tetap memahami peranannya yang penting dalam keluarga yang tidak dapat ditinggalkan. Oleh sebab itu Amsal 311:20 mejelaskan kita bahwa kita dapat menjadi berkat bagi orang lain, melayani orang lain, bekerja diluar rumah, namun dijelaskan kembali wanita yang patut diteladani tidak pernah melupakan keluarganya.

Comments
Post a Comment